Hijabers di Afrika Timur Kini Tak Perlu Lepas Jilbab Saat Bikin SIM

0
123
Ilustrasi hijabers
Ilustrasi. (Thinkstock)

Malawi, MENTARI.ONLINE –Department of the Directorate of Road Traffic and Safety Services (DRTSS) Malawi telah mengumumkan bahwa wanita muslim di negara tersebut tidak lagi diminta melepaskan jilbab untuk mendapatkan foto Surat Ijin Mengemudi (SIM) mereka.

Di beberapa negara, wanita berhijab tak mudah mendapatkan SIM dengan tetap setia menggunakan jilbabnya karena terkait foto. Begitu pula di Malawi, Afrika Timur. Hijabers tidak bisa foto untuk SIM dengan menggunakan jilbab.

Namun kini aturan tersebut telah dicabut dan para hijabers bisa mendapatkan SIM tanpa melepas jilbabnya. Aturan ini berlaku setelah adanya laporan tentang beberapa wanita Malawi dipaksa melepas jilbab untuk mendapatkan SIM.

Dari laporan Nyasa Times, baru-baru ini dua wanita muslim yang diketahui bernama Beatrice Maulidi dan Agness Kamoto dipaksa oleh beberapa petugas dinas lalu lintas melepas jilbab mereka. Kemudian kedua wanita tersebut memanggil pengacara dan mengirimkan surat ke petugas di Road Traffic.

Setelah adanya beberapa laporan serupa, pemerintah memutuskan untuk mencabut aturan pelarangan penggunaan jilbab dalam pembuatan SIM. Pencabutan aturan juga dilakukan setelah ada perundingan serius dengan Asosiasi Muslim Malawi (MAM).

Ilustrasi hijabers
Ilustrasi. (Thinkstock)

Ketua MAM Alhaji Twaibu Lawe pun menyambut langkah baik tersebut dan mengatakan bahwa organisasinya telah bekerja keras untuk mencapai kesepakatan yang baik dengan petugas lalu lintas.

Menurut peraturan sebelumnya yang tercatat di Road Traffic (Driving Licences) Regulations, setiap foto pemohon SIM harus memperlihatkan kepala, bahu, dan tanpa penutup kepala. Namun aturan tersebut kini mulai membuat komunitas muslim marah karena tindakan petugas yang sering memaksa hijabers melepas jilbab ketika foto SIM.

Komunitas muslim Malawi mengatakan bahwa pemaksaan itu melanggar hak asasi manusia dan kebebasan wanita untuk memiliki pakaian yang dikenakan. Dengan adanya aturan baru ini, para komunitas muslim di Malawi merasa senang. (meu/pjk)