Warga Terdampak Proyek Kereta Bandara Gelisah, Pembebasan Tanah Tiada Kabar

0
58
Warga Lemahabang Kadipiro yang akan terkena dampak kereta bandara. (Mentari.online)

Solo, MENTARI.ONLINE – Warga Kelurahan Kadipiro terdampak proyek kereta bandara gelisah. Pasalnya, tak ada kabar berita setelah sosialisasi September silam. Padahal, rencananya akhir Oktober dijadwalkan pembebasan lahan selesai.

Ketua RT 02/RW 21 Lemahabang, Kadipiro, Wahyono menyampaikan hingga sekarang belum ada tanda-tanda sosialisasi lanjutan.

“Belum ada, dulu hanya sekali diundang, kalau dilihat dari jadwal sosialisasi kemarin seharusnya sudah ada pengukuran,” kata Wahyono, Jum’at (13/10/2017).

Diakui Wahyono, warga saat ini merasa tidak nyaman dengan perkembangan proyek kereta bandara. Paling tidak ada pemberitahuan lanjutan dari yang berwenang agar warga tidak merasa cemas terus.

“Kita harus punya pegangan dulu untuk membuat rencana ke depan, karena mencari tanah di Solo ini tidak semudah yang dibayangkan. Kita di sini sudah nyaman, yang sulit itu nanti penyesuaian di lingkungan baru nanti,” terang Wahyono yang bertindak sebagai juru bicara warga terdampak proyek kereta bandara pemegang sertifikat hak milik.

Warga Lemahabang Kadipiro yang akan terkena dampak kereta bandara. (Mentari.online)

Menurut Wahyono, proses adaptasi menjadi persoalan yang akan muncul dari dampak pembebasan lahan yaitu relokasi.

“Terutama anak-anak, mereka harus menyesuaikan diri lagi, memang sekarang belum terasa, tapi proses yang kesana nanti yang paling sulit. Kalau dari saya pribadi, saya ingin tetap jadi warga Solo,” kata Wahyono.

Wahyono tetap mendukung program pemerintah, asalkan ganti rugi tetap memikirkan kondisi imateriil, tidak sekadar materiil saja.

“Kalau dari sosialisasi kemarin targetnya di tahun 2017 pembebasan lahan harus sudah diselesaikan sehingga awal tahun bisa dilelangkan,” tambah Wahyono. (Reko Suroko)