Pria Ini Terancam Hukuman Mati Usai Terbukti Memperkosa dan Membunuh Wanita Muslim Virginia

0
133
Nabra Hassanen. (star.com)

Virgina, MENTARI.ONLINE – Pemuda AS, Darwin Torres terancam hukuman mati setelah terbukti memperkosa dan membunuh wanita muslim di bawah umur di Virginia. Darwin Torres memperkosa Nabra Hassanen (17) saat ingin pergi ke masjid pada Juni lalu.


Pria berusia 22 tahun itu didakwa dengan tuduhan penculikan disertai niat untuk menodai yang merupakan kategori pembunuhan tingkat pertama. Pembunuhan kategori ini biasanya diawali dengan penyiksaan atau pemerkosaan, pembakaran, perampokan, penculikan, dan lain-lain.

Seperti diberitakan Independent, Rabu (18/10) peristiwa naas itu berawal saat Nabra Hassanen bersama teman-temannya berbuka puasa Ramadhan di IHOP, restoran panekuk di Virginia. Berdasarkan keterangan, saat itu pelaku sempat terlibat pertengkaran dengan salah satu teman Hassanen.

Saat Hassanen dan teman-temannya hendak pergi ke masjid, Torres lantas mengejar mereka menggunakan mobil. Di sebuah lahan parkir, pelaku lantas keluar mobil dan mengejar Hassanen bahkan sempat memukulnya dengan tongkat baseball.

Torres lantas menculik Hassanen dan membawanya ke luar distrik. Tersangka melakukan penganiayaan terhadap Hassanen sebelum membunuhnya. Pelaku kemudian membuang jasad korban di sebuah kolam.

Nabra Hassanen. (star.com)

Setelah memperkosa dan membunuh korban, pelaku kemudian kembali ke lokasi tempat dia memukul Hassanen. Teman Hassanen yang mengenali wajah pelaku kemudian menghubungi polisi. Torres diamankan aparat sekitar pukul 17.00 dan selanjutnya ditahan.

Dia kemudian menuntun petugas ke lokasi tempat dibuangnya mayat Hassanen keesokan harinya. Berdasarkan keterangan polisi, Hassanen tidak diculik lantaran dia seorang Muslim.

“Investigasi kami hingga saat ini menunjukan kalau pelaku menarget korban bukan karena ras atau kepercayaan yang dianutnya,” kata petugas kepolisian.

Aksi solidaritas untuk Hassanen kemudian diadakan di seluruh Amerika. Massa menggunakan kaos bertuliskan keadilan untuk Nabra. Aksi itu dilakukan saat pengadilan memanggil Torres pekan lalu.

Torres sempat dilaporkan ke polisi sepekan sebelum ia membunuh Hassanen oleh seorang wanita yang mengaku mendapatkan pelecehan seksual oleh pelaku. Namun wanita tersebut tidak melanjutkan kasus ke pengadilan.

Sedang, vonis hukuman mati yang dijatuhkan kepada Torres merupakan kali pertama yang diberikan pengadilan distrik Fairfax sejak 2011 lalu. (joe/Independent)