Panglima TNI Ditolak Datang, Pengusiran Diplomat As di Indonesia Bisa Saja Dilakukan

0
129
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwono. (detik.com)

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwono mengatakan tidak mungkin pejabat resmi yang memperoleh undangan resmi dari mitranya tetapi harus berujung penolakan saat mau berangkat mendatangi undangan tersebut.

Hal tersebut dikatakan Hikmahanto menanggapi penolakan US Custom and Border Protection terhadap kedatangan Panglima TNIl, Gatot Nurmantyo ke AS untuk mendatangi undangan resmi dari pihak militer AS yang terjadi Minggu (22/10/2017).

Hikmahanto menyarankan Kementrian Luar Negeri (Kemlu) meminta perhatian Duta Besar AS untuk Indonesia terhadap peristiwa penolakan kedatangan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo ke AS tersebut. Tujuannya agar AS berhati-hati dalam bersikap terhadap tamunya.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwono. (detik.com)

Jika pihak kedubes AS tidak mengindahkan keinginan pemerintah Indonesia, maka bukan tidak mungkin langkah pengusiran terjadi pada diplomat AS di Indonesia.

“Atau persona non grata terjadi pada diplomat AS di Indonesia,” kata Hikmahanto, Minggu (22/10/2017)

Pada awalnya, Panglima TNI akan menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang akan dilaksanakan pada 23 dan 24 Oktober besok di Washington DC.

Undangan tersebut dikirim Jenderal Joseph F Duford dari AS. sahabat senior dari Panglima TNI sendiri. Namun lantaran munculnya larangan masuk AS itu, Jenderal Gatot terpaksa mengurungkan niat datang ke AS.

Menurut Dirjen Amerika Eropa Kemlu Mohammad Anshor menjelaskan penolakan pihak AS disampaikan ketika Gatot Nurmantyo telah berada di Bandara Cengkareng. (joe/detikcom)